Selamat Datang Bapak M. Tahir, M.Sn, Rekan-Rekan A3 PGSD, dan Para Pengunjung

Senin, 18 Januari 2016

KELAS VI SD, SEMESTER II, BAB 10


 GERAKAN BUMI DAN BULAN
Oleh : Baiq Ela Syahrani (E1E014009)

 
A.               Gerakan Bumi
Bumi mempunyai dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Apakah yang dimaksud dengan rotasi dan revolusi Bumi? Kalian akan menemukan jawabannya pada uraian berikut.
1.     Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa, antara lain sebagai berikut:
a.     Pergantian siang dan malam
Saat berotasi tidak semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bersamaan. Bagian-bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sedangkan bagaian bumi yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam.

b.     Gerak semu hariam matahari
Matahari selalu terbit disebelah timur dan tenggelam disebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerakan semu harian matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ketimur. Akibatnya matahari seolah-olah bergerak dari timur kebarat


c.      Perbedaan waktu diberbagai tempat didunia.
Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°). Indonesia terletak di antara 95° BT dan 141° BT. Artinya, panjang wilayah Indonesia adalah 46°. Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB),
WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur).
d.     Perbedaan percepatan gravitasi dipermukaan bumi.
Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jariBumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub.
2.     Revolusi Bulan
Selain berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa pengaruh terhadap Bumi. Apa saja pengaruh tersebut? Cermati uraian berikut untuk menemukan jawabannya.
a.     Pergantian Musim
Bumi mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Perhatikan Gambar 9.5. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin jauh dari Matahari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim gugur. Di antara pergantian musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara mengalami empat musim.
Lalu, bagaimana dengan pergantian musim di Indonesia? Mengapa kita hanya mengalami dua pergantian musim? Mengapa kita tidak mengalami musim semi dan  gugur?. Itu dikarenakan Indonesia berada didaerah khatulistiwa. Daerah khatulistiwa selalu mendapatkan sinar Matahari sepanjang tahun. Oleh karena itu, daerah khatulistiwa mengalami dua musim. Daerah khatulistiwa biasa disebut daerah tropis.
b.     Gerak Semu Harian Matahri.
Pernahkah kalian memerhatikan posisi terbit Matahari? Matahari tampak terbit dari tempat yang berbeda setiap periode tertentu dalam setahun. Padahal, Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolaholah bergerak atau berpindah tempat. Nah, gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.
Macam-macam gerak semu tahunan adalah sebagai berikut :
·        Tanggal 21 Maret
Dilihat dari Bumi, Matahari tepat berada pada garis khatulistiwa (00). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit tepat di sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di sebelah barat.
·        Tangal 21 Juni
Dilihat dari Bumi, Matahari tampak berada pada 23½0  lintang utara (LU). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke utara.
·        Tanggal 23 September
Diamati dari Bumi, Matahari tampak kembali berada pada garis khatulistiwa. Akibatnya, Matahari seolah-olah terbit tepat di sebelah timur.
·        Tanggal 22 Desember
Matahari tampak berada pada 23½􀃛 lintang selatan (LS) jika dilihat dari Bumi. Hal ini menyebabkan Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke selatan.
 
B.               Gerakan Bulan
Bulan memiliki dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Apakah
yang dimaksud rotasi dan revolusi Bulan? Apa akibat yang ditimbulkan oleh
rotasi dan revolusi Bulan? Kalian akan menemukan jawabannya dengan mencermati uraian berikut.
1.     Rotasi Bulan
Perputaran Bulan pada porosnya disebut rotasi Bulan. Untuk satu kali rotasi, Bulan membutuhkan waktu sebulan (29½ hari). Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.
2.     Revolusi Bulan.
Sebagai satelit Bumi, Bulan bergerak mengelilingi Bumi. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi disebut revolusi Bulan. Waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali revolusi adalah sebulan (29½ hari). Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya pantulan dari Matahari. Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari. Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Oleh karena itu, bentuk Bulan dilihat dari Bumi juga berubah-ubah. Perubahan bentuk Bulan itu disebut fase-fase Bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan
mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari. Pada gambar tersebut, besarnya derajat menunjukkan posisi Bulan terhadap arah datangnya sinar Matahari. Bidang berwarna hitam merupakan bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari. Bidang berwarna abu-abu merupakan bagian Bulan yang terkena sinar Matahari namun tidak terlihat dengan jelas dari Bumi. Sementara itu, bagian tak berwarna (putih) adalah bagian Bulan yang terkena sinar Matahari dan terlihat dari Bumi. Bagian putih inilah yang dikenal sebagai fase-fase Bulan. Mari kita mengenalinya satu per satu.
·        Hari pertama
Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar
Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.
·        Hari keempat
Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.
·        Hari kedelapan
Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.
·        Hari kesebelas
Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase ini disebut Bulan cembung.
·        Hari keempat belas
Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.
·        Hari ketujuh belas
Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.
·        Hari kedua puluh satu
Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.


·        Hari kedua puluh lima
Bulan berada pada posisi 315°. Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk seperti sabit. Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru. Bedanya, Bulan baru menunjukkan fase awal, sedangkan Bulan mati menunjukkan fase akhir.

C.Pengaruh Gerakan Bumi dan Bulan.
Seperti kalian ketahui, Bulan bergerak mengelilingi Bumi. Bumi pun bersama Bulan mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi dan Bulan tersebut dapat menyebabkan terjadinya gerhana. Gerhana diartikan sebagai peristiwa tertutupnya suatu benda langit oleh benda langit lainnya. Setiap benda di angkasa yang disinari Matahari akan memiliki bayangan. Begitu pula dengan Bumi dan Bulan. Daerah bayangan Bumi dan Bulan yang gelap dinamakan umbra. Sementara itu, daerah bayangan yang samar dinamakan penumbra. Bayangan Bumi dapat jatuh mengenai Bulan. Sebaliknya, bayangan Bulan juga dapat mengenai Bumi.
1.     Gerhana Bulan
Bumi memiliki bayangan karena terkena sinar Matahari. Seperti kalian ketahui, Bulan berevolusi mengelilingi Bumi. Pada saat tertentu, bayanganBumi ini mengenai  Bulan. Akibatnya, Bulan menjadi gelap. Sinar Matahari tidak sampai ke Bulan karena terhalang Bumi. Peristiwa ini disebut gerhana Bulan.                     
Perhatikan gambar diatas, saat gerhana bulan, bumi, maupun matahari dan bulan berada pada satu garis lurus. Bumi terletak diantara matahri dan bulan. Gerhana bulan terus berlangsung Selma bulan berada dalam bayangan bumi . lantas bulan yang tertutup bayangan bumi cukup panjang . Akibatnya gerhana bulan berlangsung cukup lama, gerhana ini dapat berlangsung selama 3 jam. Gerhana bulan ada tiga macam sebagai berikut:
·        Gerhana bulan total
Gerhana ini terjadi jika selruh bagian bulan berada dalam umbara bumi. Warna bulan menjadi suram kemerahan.
·        Gerhan bulan sebagian
Gerhana ini terjadi jika separuh bagain bulan berada dalam umbara bumi, sedangkan separuh yang lain berada dalam penumbara bumi, sehingga bulan terlihat bersinar sebagian.
·        Gerhana bulan penumbara
gerhana bulan ini terjadi jika seluruh bagian bulan berada dalam penumbara bumi. Waran bulan hampir sama dengan warna bulan yang cerah.

 
2.     Gerhana Matahari
Bumi dan bulan  melakukan gerakan revolusi dan rotasi dengan arah yang berlawanan, akibatanya posisi bulan dan bumi terhadap matahari berubah-ubah . Pada saat tertentu posisi bulan berada diantara bumi dan matahari. Hal ini mengakibatakan bayngan bulan jatuh kepermukaan bumi. Sinar matahari yang menuju kebumi terhalang oleh bulan, pada saat itulah terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari berlangsung sangat cepat dan paling lama tujuh menit hal ini disebabkan bumi dan bulan melakukan gerakan revolusi dengan arah berlawanan, bumi dan bulan berpapasan dalam waktu yang sangat singkat.
Gerhana Matahari terjadi hanya saat Bulan mati. Namun, tidak setiap Bulan mati terjadi gerhana Matahari. Gerhana Matahari dapat terjadi sekali atau beberapa kali dalam setahun. Gerhana Matahari ada tiga macam, yaitu:
·        Gerhana Matahari total
Gerhana ini terjadi pada permukaan Bumi yang berada dalam umbra Bulan. Pada bagian itu, sinar Matahari tertutup sepenuhnya. Bagian Bumi yang terkena gerhana ini menjadi gelap gulita.
·        Gerhana Matahari sebagian
Gerhana ini terjadi pada permukaan Bumi yang berada dalam penumbra Bulan. Sinar Matahari tertutup sebagian.
·        Gerhana Matahari cincin
Gerhana ini terjadi jika bayangan Bulan tidak cukup menutup sinar
Matahari. Matahari masih terlihat bersinar di sekeliling bayangan Bulan.
Gerhana Matahari ini terjadi saat Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi.


3.     Mempengaruhi penampakan permukaan bumi
Contohnya adalah pasang naiak dan pasang surut air laut . peristiwa ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan dan matahari . saat bulan purnama bumi, bulan, dan matahari berada pada satu garis lurus , begitu pula saat bulan baru. Posisi  ini menyebabkan terjadinya pasng purnama yaitu terjadinya psang dan surut tertinggi. Pada saat bulan paruh, posisi bulan, bumi, dan matahari dapat membentuk sudut siku-siku hal ini menyebabkan terjadinya pasang perbani yaitu pasang dan surut terendah.

D.     Sistem Penanggalan
Revolusi Bulan mengakibatkan fase-fase Bulan yang berbeda. Hal ini memudahkan kita menghitung bilangan bulan. Adapun revolusi Bumi memudahkan kita menghitung bilangan tahun. Gerakan Bumi dan Bulan dijadikan sebagai dasar perhitungan bagi system penanggalan. Istil penanggalan sering disebut kalender.
Kalender adalah sebuah sistem untuk memperhitungkan waktu. Waktu dibagi ke dalam hari, minggu, bulan, dan tahun. Terdapat dua system kalender, yaitu Masehi dan Hijriah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar