GERAKAN BUMI DAN BULAN
Oleh : Baiq Ela Syahrani (E1E014009)
A.
Gerakan Bumi
Bumi
mempunyai dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Apakah yang dimaksud
dengan rotasi dan revolusi Bumi? Kalian akan menemukan jawabannya pada uraian
berikut.
1. Perputaran
Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan
waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa, antara
lain sebagai berikut:
a.
Pergantian siang dan
malam
Saat berotasi tidak semua bagian bumi mendapatkan sinar
matahari secara bersamaan. Bagian-bagian bumi
mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sedangkan
bagaian bumi yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam.
b. Gerak
semu hariam matahari
Matahari selalu terbit
disebelah timur dan tenggelam disebelah barat. Gerakan seperti ini disebut
gerakan semu harian matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi bumi.
Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ketimur. Akibatnya matahari
seolah-olah bergerak dari timur kebarat.
c. Perbedaan
waktu diberbagai tempat didunia.
Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°,
maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24
= 15°). Indonesia terletak di antara 95°
BT dan 141° BT. Artinya, panjang wilayah Indonesia adalah 46°. Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB),
WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur).
WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur).
d. Perbedaan percepatan gravitasi dipermukaan bumi.
Rotasi Bumi menyebabkan Bumi
berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini
mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan
khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jariBumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di
permukaan Bumi. Perbedaan tersebut
terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub.
2. Revolusi Bulan
Selain
berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi
mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi
membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa
pengaruh terhadap Bumi. Apa saja pengaruh tersebut? Cermati uraian berikut
untuk menemukan jawabannya.
a.
Pergantian Musim
Bumi
mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur laut dari
sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Perhatikan
Gambar 9.5. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian
selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi
selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin
jauh dari Matahari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara
pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim gugur. Di antara pergantian
musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara
mengalami empat musim.
Lalu, bagaimana dengan pergantian musim
di Indonesia? Mengapa kita hanya mengalami dua pergantian musim? Mengapa kita
tidak mengalami musim semi dan gugur?.
Itu dikarenakan Indonesia berada didaerah khatulistiwa. Daerah khatulistiwa
selalu mendapatkan sinar Matahari sepanjang tahun. Oleh karena itu, daerah
khatulistiwa mengalami dua musim. Daerah khatulistiwa biasa disebut daerah
tropis.
b.
Gerak Semu Harian
Matahri.
Pernahkah
kalian memerhatikan posisi terbit Matahari? Matahari tampak terbit dari tempat
yang berbeda setiap periode tertentu dalam setahun. Padahal, Matahari
sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat
revolusi Bumi. Matahari seolaholah bergerak atau berpindah tempat. Nah, gerak
inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.
Macam-macam
gerak semu tahunan adalah sebagai berikut :
·
Tanggal 21 Maret
Dilihat dari Bumi, Matahari tepat berada
pada garis khatulistiwa (00). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit
tepat di sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di
sebelah barat.
·
Tangal 21 Juni
Dilihat dari Bumi, Matahari tampak
berada pada 23½0 lintang
utara (LU). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke
utara.
·
Tanggal 23 September
Diamati dari Bumi, Matahari tampak
kembali berada pada garis khatulistiwa. Akibatnya, Matahari seolah-olah terbit
tepat di sebelah timur.
·
Tanggal 22 Desember
Matahari tampak berada pada 23½
lintang selatan (LS) jika dilihat dari Bumi. Hal ini menyebabkan Matahari
seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke selatan.
B.
Gerakan Bulan
Bulan memiliki dua macam gerakan, yaitu rotasi dan
revolusi. Apakah
yang
dimaksud rotasi dan revolusi Bulan? Apa akibat yang ditimbulkan oleh
rotasi dan revolusi Bulan? Kalian akan menemukan
jawabannya dengan mencermati uraian berikut.
1. Rotasi
Bulan
Perputaran
Bulan pada porosnya disebut rotasi Bulan. Untuk satu kali rotasi, Bulan
membutuhkan waktu sebulan (29½ hari). Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh
apa pun terhadap kehidupan di Bumi.
2. Revolusi
Bulan.
Sebagai satelit Bumi, Bulan bergerak
mengelilingi Bumi. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi disebut revolusi Bulan.
Waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali revolusi adalah sebulan (29½ hari).
Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya
pantulan dari Matahari. Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian
permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari. Saat berevolusi, luas bagian Bulan
yang terkena Matahari berubah-ubah. Oleh karena itu, bentuk Bulan dilihat dari
Bumi juga berubah-ubah. Perubahan bentuk Bulan itu disebut fase-fase Bulan.
Dalam sekali revolusi, Bulan
mengalami delapan fase. Apabila
dirata-rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari. Pada
gambar tersebut, besarnya derajat menunjukkan posisi Bulan terhadap arah
datangnya sinar Matahari. Bidang berwarna hitam merupakan bagian Bulan yang
tidak terkena sinar Matahari. Bidang berwarna abu-abu merupakan bagian Bulan
yang terkena sinar Matahari namun tidak terlihat dengan jelas dari Bumi.
Sementara itu, bagian tak berwarna (putih) adalah bagian Bulan yang terkena
sinar Matahari dan terlihat dari Bumi. Bagian putih inilah yang dikenal sebagai
fase-fase Bulan. Mari kita mengenalinya satu per satu.
·
Hari pertama
Bulan berada pada
posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar
Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya,
Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.
·
Hari keempat
Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat
dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.
·
Hari kedelapan
Bulan berada pada posisi 90°. Bulan
tampak berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.
·
Hari kesebelas
Bulan
berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase
ini disebut Bulan cembung.
·
Hari keempat belas
Bulan berada pada posisi 180°. Pada
posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan
purnama atau Bulan penuh.
·
Hari ketujuh belas
Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat
dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.
·
Hari kedua puluh satu
Bulan berada pada posisi 270°.
Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah
lingkaran.
·
Hari kedua puluh lima
Bulan berada pada posisi 315°.
Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan
tampak berbentuk seperti sabit. Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan
semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru.
Bedanya, Bulan baru menunjukkan fase awal, sedangkan Bulan mati menunjukkan
fase akhir.
C.Pengaruh
Gerakan Bumi dan Bulan.
Seperti kalian ketahui, Bulan bergerak mengelilingi
Bumi. Bumi pun bersama Bulan mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi dan Bulan
tersebut dapat menyebabkan terjadinya gerhana. Gerhana diartikan sebagai
peristiwa tertutupnya suatu benda langit oleh benda langit lainnya. Setiap
benda di angkasa yang disinari Matahari akan memiliki bayangan. Begitu pula
dengan Bumi dan Bulan. Daerah bayangan Bumi dan Bulan yang gelap dinamakan
umbra. Sementara itu, daerah bayangan yang samar dinamakan penumbra. Bayangan
Bumi dapat jatuh mengenai Bulan. Sebaliknya, bayangan Bulan juga dapat mengenai
Bumi.
1.
Gerhana Bulan
Bumi
memiliki bayangan karena terkena sinar Matahari. Seperti kalian ketahui, Bulan
berevolusi mengelilingi Bumi. Pada saat tertentu, bayanganBumi ini
mengenai Bulan. Akibatnya, Bulan menjadi
gelap. Sinar Matahari tidak sampai ke Bulan karena terhalang Bumi. Peristiwa
ini disebut gerhana Bulan.
Perhatikan
gambar diatas, saat gerhana bulan, bumi, maupun matahari dan bulan berada pada
satu garis lurus. Bumi terletak diantara matahri dan bulan. Gerhana bulan terus
berlangsung Selma bulan berada dalam bayangan bumi . lantas bulan yang tertutup
bayangan bumi cukup panjang . Akibatnya gerhana bulan berlangsung cukup lama,
gerhana ini dapat berlangsung selama 3 jam. Gerhana bulan ada tiga macam
sebagai berikut:
·
Gerhana bulan total
Gerhana ini terjadi jika selruh bagian bulan berada dalam
umbara bumi. Warna bulan menjadi suram kemerahan.
·
Gerhan bulan sebagian
Gerhana ini terjadi jika
separuh bagain bulan berada dalam umbara bumi, sedangkan separuh yang lain
berada dalam penumbara bumi, sehingga bulan terlihat bersinar sebagian.
·
Gerhana bulan penumbara
gerhana bulan ini terjadi jika
seluruh bagian bulan berada dalam penumbara bumi. Waran bulan hampir sama
dengan warna bulan yang cerah.
2. Gerhana Matahari
Bumi dan bulan melakukan gerakan revolusi dan rotasi dengan
arah yang berlawanan, akibatanya posisi bulan dan bumi terhadap matahari
berubah-ubah . Pada saat tertentu posisi bulan berada diantara bumi dan
matahari. Hal ini mengakibatakan bayngan bulan jatuh kepermukaan bumi. Sinar
matahari yang menuju kebumi terhalang oleh bulan, pada saat itulah terjadi
gerhana matahari. Gerhana matahari berlangsung sangat cepat dan paling lama
tujuh menit hal ini disebabkan bumi dan bulan melakukan gerakan revolusi dengan arah berlawanan, bumi
dan bulan berpapasan dalam waktu yang sangat singkat.
Gerhana Matahari terjadi hanya saat
Bulan mati. Namun, tidak setiap Bulan mati terjadi gerhana Matahari. Gerhana
Matahari dapat terjadi sekali atau beberapa kali dalam setahun. Gerhana
Matahari ada tiga macam, yaitu:
·
Gerhana Matahari total
Gerhana ini terjadi pada permukaan Bumi
yang berada dalam umbra Bulan. Pada bagian itu, sinar Matahari tertutup
sepenuhnya. Bagian Bumi yang terkena gerhana ini menjadi gelap gulita.
·
Gerhana Matahari
sebagian
Gerhana ini terjadi pada permukaan Bumi
yang berada dalam penumbra Bulan. Sinar Matahari tertutup sebagian.
·
Gerhana Matahari cincin
Gerhana ini terjadi jika bayangan Bulan
tidak cukup menutup sinar
Matahari. Matahari masih terlihat
bersinar di sekeliling bayangan Bulan.
Gerhana Matahari ini terjadi saat Bulan
berada pada jarak terjauh dari Bumi.
3.
Mempengaruhi penampakan
permukaan bumi
Contohnya
adalah pasang naiak dan pasang surut air laut . peristiwa ini dipengaruhi oleh
gaya gravitasi bulan dan matahari . saat bulan purnama bumi, bulan, dan
matahari berada pada satu garis lurus , begitu pula saat bulan baru.
Posisi ini menyebabkan terjadinya pasng
purnama yaitu terjadinya psang dan surut tertinggi. Pada saat bulan paruh,
posisi bulan, bumi, dan matahari dapat membentuk sudut siku-siku hal ini
menyebabkan terjadinya pasang perbani yaitu pasang dan surut terendah.
D.
Sistem Penanggalan
Revolusi Bulan mengakibatkan fase-fase Bulan yang
berbeda. Hal ini memudahkan kita menghitung bilangan bulan. Adapun revolusi
Bumi memudahkan kita menghitung bilangan tahun. Gerakan Bumi dan Bulan
dijadikan sebagai dasar perhitungan bagi system penanggalan. Istil penanggalan
sering disebut kalender.
Kalender
adalah sebuah sistem untuk memperhitungkan waktu. Waktu dibagi ke dalam hari,
minggu, bulan, dan tahun. Terdapat dua system kalender, yaitu Masehi dan
Hijriah.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar